Pastor Paroki

Bernama asli Martin Fatin, yang akrab dipanggil Romo Martin oleh umat di Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, maupun umat lainnya. Berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dan dilahirkan disana juga, tepatnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan pada 08 September 1970 silam.

Menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Negeri Lotas, Nusa Tenggara Timur. Kemudian melanjutkan pendidikannya ke sekolah menengah pertama di SMP Katolik St. Aloysius Niki Niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Pada saat menempuh pendidikan di tingkat SMP, mengaku telah terpanggil untuk menjadi seorang imam. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Seminari St. Rafael Oepoi Kupang dan untuk umumnya SMA Katolik Giovanni Kupang.

Melanjutkan pendidikan Filsafat di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero, Nusa Tenggara Timur. Setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, pernah bertugas di Palangkaraya, Yogyakarta, dan kemudian di Bali yaitu di Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka dari tahun 2011 hingga sekarang. Untuk saat ini hanya berkegiatan memimpin misa dan juga mengurus urusan Paroki sebagai Pastor Paroki, dikarenakan kondisi lingkungan yang belum bersih total dari virus-virus yang dapat mengganggu kesehatan.

Untuk saat ini hobi menulis, biasa menulis di website Buletin, Majalah, dan lain-lain, berbeda dengan dulu saat masih SMP sampai SMA aktif bermain bola Volly. Dalam perjalanan hidup setelah ditahbiskan menjadi seorang imam, memiliki sebuah motto, yaitu “Jalan Tuhan adalah Kasih Setia dan Kebenaran”. motto hidup hanya di tentukan sekali sebagai pegangan hidup untuk kedepannya yang melekat di dalam diri kita. Harapan terhadap Paroki Tuka, dan juga pastinya harapan semua umat disini adalah Paroki Tuka menjadi Gereja yang mandiri dan beradaptasi dengan budaya lokal atau memasukkan unsur-unsur inkulturasi di dalam setiap elemen Gereja.